IKLAN

PANGKALAN SMK DARUL MA'WA PLUMPANG-TUBAN
GUGUSDEPAN 13.23.18.141 - 13.23.18.142
E-Mail : prakadarmaplumpang@gmail.com
Instagram : prakadarma

Peraturan Baris Berbaris (PBB) - Bagian 1

Pengantar 

  • Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
  • Baris berbaris merupakan salah satu materi latihan Pramuka yang bertujuan untuk melatih kerjasama, kedisiplinan, kekompakan, kecermatan dan kesemaptaan jasmani.
  • Kemampuan Baris Berbaris penting bagi anggota Pramuka karena banyak digunakan dalam berbagai jenis upacara sebagai bagian dari materi pendidikan kepramukaan.
Pengertian
  • Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
Maksud dan tujuan
  1. Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
  2. Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
  3. Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
  4. Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
  5. Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.
Aba-aba

Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
Macam aba-aba

Ada tiga macam aba-aba yaitu :
  1. Aba-aba petunjuk
  2. Aba-aba peringatan
  3. Aba-aba pelaksanaan
Aba-aba Petunjuk
Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.

Contoh:
  1. Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
  2. Untuk amanat-istirahat di tempat - GERAK
Aba-aba Peringatan
Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.

Contoh:
  1. Lencang kanan – GERAK (bukan lancang kanan)
  2. Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
Aba-aba Pelaksanaan
Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
  1. GERAK
  2. JALAN
  3. MULAI
Gerak
Adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.

Contoh:
  1. jalan ditempat -GERAK
  2. siap -GERAK
  3. hadap kanan -GERAK
  4. lencang kanan -GERAK
Jalan
Adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.

Contoh:
  1. haluan kanan/kiri - JALAN
  2. dua langkah ke depan - JALAN
  3. satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU

Contoh:
  1. maju - JALAN
  2. haluan kanan/kiri - JALAN
  3. hadap kanan/kiri maju - JALAN
  4. melintang kanan/kiri maju - JALAN
Tentang istilah: “maju”
  • Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti. Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.

Contoh :
  1. Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
  2. Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
  3. Balik kanan maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kanan henti-GERAK.
  • Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
  • Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
  •  

Contoh:
  • Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
Tentang aba-aba : "Mulai"

  • MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
  1. hitung -MULAI
  2. tiga bersaf kumpul -MULAI

Cara memberi aba-aba
Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.

Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK

Pelaksanaanya :
  • Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
  • Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.

Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
  • Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK
Sumber/ Referensi :
1. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka - Depdiknas.
2. Peraturan Baris Berbaris - Pusdiklat TNI-AD
Share:

10 SKK & TKK Wajib Pramuka Penggalang

10 SKK & TKK Wajib Pramuka Penggalang : 

  1. SKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
  2. SKK Pengatur Rumah
  3. SKK Pengamat
  4. SKK Juru Masak
  5. SKK Berkemah
  6. SKK Penabung
  7. SKK Penjahit
  8. SKK Juru Kebun
  9. SKK Pengaman Kampung
  10. SKK Gerak Jalan

SKK & TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Pramuka Penggalang:

Untuk mencapai SKK P3 K Tingkat Purwa, seorang Penggalang harus:
  1. mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan: luka iris, luka garuk, luka terbakar/kena benda panas, benjut/memar, terkilir, hidung berdarah, tersengat, tergigit binatang berbisa, dan debu di mata,
  2. mengetahui cara dan dapat mencegah dan menolong orang yang mengalami Hilang semangat (coliapse), pingsan, mati suri (schijndood), dan tersengat sinar matahari (zonnesteek),
  3. mengetahui cara dan dapat menggunakan dengan benar dan rapi: pembalut segitiga (mitella), dan pembalut panjang (zwapchtel verband) untuk luka di jari, lengan, tangan, kepala, lutut dan betis,
  4. mengetahui letak urat-urat nadi terpenting, dan mengetahui cara penghentian perdarahan urat nadi,
  5. dapat membuat tandu darurat dengan cepat dan rapi, dan tahu serta dapat mengangkut pendrita dengan berbagai cara, secara seorang diri, maupun bersama dengan teman,
  6. mengetahui dan dapat melakukan dengan baik dua pernafasan tiruan (kunstmatige ademhaling),
  7. mempunyai pengetahuan tentang obat-obatan/ramuan yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama pada kecelakaan,
  8. mengetahui nama alamat nomor telpon Puskesmas (poliklinik), rumah sakit dan dokter setempat.
Untuk mencapai SKK P3K  Tingkat Madya, seorang Penggalang  harus:
  1. telah memenuhi SKK PPPK Tingkat Madya,
  2. sebagai seorang anggota regu penolong (bukan pemimpin) yang terdiri atas 4 @ 5 orang, melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (tiruan) yang dibuat oleh penguji, secara terperinci, tepat dan cepat sesuai dengan aturan PPPK (perlu diperhatikan keterangannya, kecepatan, kerjasama, dan lain-lain),
  3. mengetahui cara dan dapat menyampaikan secara lisan, tertulis atau melalui telpon (kepada dokter, rumah sakit, polisi atau keluarganya),
  4. mengetahui cara dan dapat melakukan dengan baik cara-cara pernafasan tiruan.
  5. mengetahui cara dan dapat mengangkut penderita melalui rintangan-rintangan/gang sempit, melaiui kolong, menyeberang parit, melewati pagar/tembok, naik-turun tangga, dan lain-lain) dengan atau tanpa tandu.
Untuk mencapai SKK P3K Tingkat Utama, seorang Penggalang harus:
  1. telah memenuhi SKK PPPK Tingkat Madya,
  2. mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan berbagai macam patah tulang terbuka atau tertutup (Fractura complicate dan incomplicata), juga rahang atau lutut meleset,
  3. mengetahui cara dan dapat memberikan pertolongan kepada orang yang mengalami perdarahan dalam tubuh (internebloedingen),
  4. dapat memperhatikan cara-cara bertindak apabila ada dugaan keracunan, dan gegar otak,
  5. dapat dan tahu cara menolong orang tenggelam, terbenam/tertimbun, kena aliran listrik, dan shock/gugat,
  6. pernah memimpin satu regu penolong pada kecelakaan (sungguh-sungguh atau tiruan).
Gambar TKK P3K, untuk Pramuka Penggalang, adalah :



SKK & TKK Pengatur Rumah Pramuka Penggalang :

Untuk mencapai SKK Pengatur Rumah Tingkat Purwa, seorang Penggalang harus:
  1. dapat mengatur isi dan menghias suatu ruangan secara sederhana, tetapi berseni (artistik), dengan memperhatikan komposisi, bentuk dan warna ruang tamu, ruang tidur, ruang belajar, ruang makan, ruang tunggu, atau ruang lainnya,
  2. dapat membuat sedikitnya dua macam hiasan sederhana dari barang-barang yang ada di sekitarnya, misalnya dengan menggunakan bunga kebun, kertas, batu, buah-buahan, tanaman, dahan-dahan, atau bahan-bahan lainnya,
  3. mengerti cara mengatur lampu penerangan dan peredaran udara(ventilasi).
Untuk mencapai SKK Pengatur Rumah Tingkat Madya, seorang Penggalang harus:
  1. Sudah memenuhi SKK Pengatur Rumah Tingkat Purwa,
  2. dapat mengatur dan menghias ruangan untuk: (a)  rapat, pertemuan, atau konfrensi,  (b)   perayaan sekolah, kampung, mesjid, atau gereja, dan lain-lain, (c)   ruang istirahat, ruang rekeasi, atau operation room, dan lain-lain;
  3. (a) dapat menyusun bunga untuk meja tamu, pesta, kematian, atau penghargaan pada orang lain, dan lain-lain, atau (b) dapat membuat sedikitnya tiga macam benda hiasan, misalnya dengan menggunakan bambu, tempayan, payung, janur, tempurung, sabut atau kayu, dan lain-lain.
Untuk mencapai SKK Pengatur Rumah Tingkat Utama, seorang Penggalang  harus:
  1. telah memiliki TKK Pengatur Rumah Tingkat Madya, 
  2. dapat mengatur dan menghias : (a)  ruangan tamu pada peralatan perkawinan atau khitanan, (2)  ruang pengantin atau khitanan, (3)  kursi mempelai atau panggung, dengan memperhatikan keadaan ruang, jumlah undangan, jalan untuk tamu dan pembawa konsumsi, tempat pidato, tempat pertunjukan kesenian, dan lain-lain;
  3. dapat memelihara dan membersihkan perabot rumah tangga, supaya tahan lama dan kelihatan tetap baru! misalnya meja kursi, patung almari, barang dari logam, dari gelas atau kaca, dan lain-lain;
  4. dapat mengatur dan mengubah ruangan pameran (etalase) sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pada saat itu, misalnya pada peringatan 17 Agustus, pada hari ulang tahun, peringatan Natal, hari Raya Idul Fitri, dan lain-lain.
Gambar TKK Pengatur Rumah, untuk Pramuka Penggalang adalah :



SKK & TKK Pengamat untuk Pramuka Penggalang

Untuk mencapai SKK Pengamat Tingkat Purwa, seorang Penggalang harus:
  1. dapat mengingat 10 dari 15 macam benda yang dilihatnya dalam 1 menit (dilakukan dua kali percobaan dengan benda-benda yang berlainan),
  2. dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 macam benda-benda yang dirabanya, dicium, dikecap dengan lidah dan suara yang didengarnya,
  3. dapat mengikuti jejak sejauh 3 km, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda yang dibuar penguji;
  4. (a) mengetahui dan mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang hidup di sekitarnya; atau (b) mengetahui nama dan mengenal 10 macam tumbuh-tumbuhan/sayur-sayuran/buah-buahan yang biasa digunakan manusia dan tumbuh di daerahnya; atau (c) mengetahu 1 nama dan mengenal beberapa macam jamur (fungsi) yang dapat dimakan atau yang beracun, yang tumbuh di daerahnya.
Untuk mencapai SKK Pengamat Tingkat Madya, seorang Penggalang  harus:
  1. telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Purwa,
  2. dapat mengingat sedikitnya 12 dari 18 benda yang dilihatnya dalam 1 menit, misalnya barang-barang dagangan di warung, macam-macam tanaman di kebun, dan sebagainya (dilakukan dua kali percobaan dengan benda berlainan),
  3. dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 9 dari 12 macam benda yang diraba, dicium, dikecap dengan lidah, dan suara yang didengarnya,
  4. dapat mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan tanda jejak dan surat-surat penunjuk jalan, serta dapat mengingat kembali tiga di antara Iima tempat-tempat penting yang dilewatinya, misalnya mesjid/gereja, pasar, poliklinik, rumahsakit, dokter dan lain-lain,
  5. bersama seorang kawan dapat membuat laporan/tertulis tentang suatu kejadian/peristiwa yang dilihatnya dan berlangsung kira-kira lima menit.
Untuk mencapai SKK Pengamat Tingkat Utama, seorang Penggalang  harus:
  1. telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Madya,
  2. dapat mengingat 15 dari 20 macam benda yang dilihatnya selama 1 menit, misalnya barang-barang di toko/pasar, makanan di meja pesta, peserta suatu rapat, Pramuka dalam latihan dan sebagainya,
  3. dapat mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan peta, kompas dan surat-surat penunjuk jalan; sesudah sampai di tempat terakhir dapat menunjukkan dalam peta itu letak dari (sedikitnya) 3 di antara 5 tempat penting yang dilewatinya, misalnya mesjid/gereja, sekolah rumah sakit/dokter, pasar,bengkel dan sebagainya,
  4. telah mengamati suatu tempat/ruang, mendengar suara, meraba, mencium barang-barang dalam ruang itu dalarn waktu seluruhnya 5 menit, kemudian bersama dua orang kawan lainnya harus dapat melaporkan "dugaan" tentang peristiwa yang terjadi di tempat itu, dan kira-kira 60% benar.
Gambar TKK Pengamat untuk Pramuka Penggalang, adalah :



SKK & TKK Juru Masak Pramuka Penggalang :


Untuk mencapai SKK Juru Masak Tingkat Purwa, seorang Penggalang harus:
  1. dapat membuat dapur dan tahu syarat-syaratnya,
  2. mengetahui cara dan dapat membuat api terbuka dengan kayu-tanpa minyak,
  3. dapat menghidangkan masakan untuk orang, yang terdiri dari: (a) nasi, (b) satu jenis lauk kering ( unter atau bakar, tanpa kuah ),  (c) satu jenis hidangan pencuci mulut, (d) minuman the atau kopi panas;
  4. mengetahui cara menyimpan makanan menurut peraturan kesehatan,
  5. pernah membantu juru masak di suatu perkemahan 24 jam.
Untuk mencapai SKK Juru Masak Tingkat Madya, seorang Penggalang  harus:
  1. telah mencapai Tanda Kecakapan Khusus Juru Masak Tingkat Purwa,
  2. tahu cara dan telah menyusun beberapa menu beserta bahan-bahan keperluannya, untuk satu regu yang berkemah selama maksimal 3x24 jam, dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
  3. tahu cara dan dapat mengawetkan satu jenis makanan/bahan makanan,
  4. dapat menghidangkan masakan untuk satu regu, yang terdiri dari: (a) nasi, (b) satu jenis lauk kering (tanpa kuah,  unter, rebus, bakar,kukus, dan lain-lain), (c) satu jenis lauk dengan kuah (sayur), (d) satu jenis hidangan pencuci mulut,  (e)  minuman.
Untuk mencapai SKK Juru Masak Tingkat Utama, seorang Penggalang  harus:
  1. telah memenuhi Syarat-syarat Kecakapan Khusus Juru Masak Tingkat Madya,
  2. mengetahui cara dan telah menyusun menu untuk keperluan perkemahan satu regu selama 6x24 jam (lengkap dengan keperluan peralatan dan bahan) dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
  3. mengetahui nilai gizi beberapa jenis bahan makanan,
  4. mengetahui cara dan dapat mengawetkan paling sedikit dua jenis makanan/bahan makanan supaya tahan selama 1 minggu.
Gambar TKK Juru Masak untuk Pramuka Penggalang, adalah :


SKK & TKK  Khusus Berkemah untuk Pramuka Penggalang :

Untuk mencapai SKK Berkemah Tingkat Purwa, seorang Penggalang harus:
  1. sedikitnya sudah tiga kali mengikuti perkemahan sehari semalam (misalnya Perkemahan Sabtu Minggu = Persami), dan satu kali perkemahan yang lebih dari dua malam,
  2. dapat memperlihatkan cara menyusun isi kantong punggung (rugzak-ransel) dengan baik dan rapi,
  3. mengetahui dan dapat mendirikan tenda regu (untuk 6-10orang), dengan rapi dan benar, termasuk pemakaian simpul dan pembuatan paritnya,
  4. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya (mengatur barang-barang dalam tenda, isi tenda dapur barang-barang di rak piring, rak sepatu, dan lain-lain),
  5. mengetahui dan dapat menjaga kebersihan perkemahan regu/sangganya, termasuk pembuatan tempat sampah basah dan sampah kering, serta membawa pulang ke rumah alat-alat dapur dan barang lainnya dalam keadaan bersih.
Untuk mencapai SKK Berkemah Tingkat Madya, seorang Penggalang harus:
  1. telah memenuhi Syarat Kecakapan Khusus Berkemah Tingkat Purwa,
  2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk perorangan dan regu/sangganya,
  3. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya, yaitu: (a) dapat menempatkan letak tenda tidur, tenda dapur, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu, tempat sampah dan sebagainya, sesuai dengan keadaan empat, arah angin dan arah sinar matahari, (b) dapat mengatur aliran air hujan.
  4. dapat mendirikan berbagai macam tenda, misalnya tenda tidur, tenda dapur, tenda makan, tenda beratap ganda (double dek), melipat, serta memelihara tenda regu,
  5. dapat membuat pagar, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu dan lain-lain secara sederhana.
Untuk mencapai SKK Berkemah Tingkat Utama, seorang Penggalang  harus:
  1. telah mencapai Syarat Kecakapan Khusus Berkemah Tingkat Madya,
  2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk pasukan, dan peraturan serta syarat-syarat perkemahan yang baik,
  3. dapat mengatur letak perkemahan regu/sangga dalam pasukan/ambalannya, termasuk menentukan letak lapangan upacara dan tempat berlatih,
  4. tahu cara penentuan tempat sanitasi tempat mandi, cuci dan kakus),
  5. dapat mendirikan tenda besar dari kain terpal, atau membuat tenda darurat dari bahan yang ada di sekitarnya,
  6. tahu syarat-syarat perkemahan yang baik, dan: (a)  dapat mencari tempat berkemah yang memenuhi syarat perkemahan, (b)  dapat mengusahakan air minum yang sehat di perkemahan, (c) mengetahui usaha untuk mendapat izin orang tua, kwartir, pemerintah setempat dan pemilik tanah serta tempat-tempat lainnya.
Gambar TKK Berkemah  untuk Pramuka Penggalang, adalah :

Sumber :
1. Lampiran 1 : Surat Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka, No 132 tahun 1979
    Tentang : Daftar Syarat-syarat Kecakapan Khusus.
2. http://www.ensiklopediapramuka.com/2013/01/skk-tkk-wajib-pramuka-penggalang-1-5.html
Share:

Kepemimpinan Organisasi

Kepemimpinan Organisasi sebagai Media Pendidikan Kepramukaan 

  • Pengembangan potensi kepemimpinan merupakan salah satu fokus yang pendidikan Gerakan Pramuka. Sistem pengorganisasi peserta didik dari mulai satuan terkecil seperti barung, regu, atau sangga hingga satuan terbesar seperti perindukan siaga, pasukan penggalang, ambalan penegak dan racana pandega didesain agar dapat mengembangan potensi kepemimpina. Bahkan untuk satuan penegak pandega peserta didik dilatih untuk mampu mengembangkan potensi kepemimpinannya hingga tingkat kwartir melalui wadah yang bernama Dewan Kerja.
  • Ciri pengembangan kepemimpinan didalam sistem pendidikan Gerakan Pramuka disamping mengembangkan potensi kepemimpinan yang bersifat individual juga mengembangkan potensi kepemimpinan sebagai sebuah tim. Hal itu sebagaimana terlihat dalam pengorganisasian peserta didik yang selalu berbentuk dewan, seperti dewan siaga, dewan penggalang, dewan ambalan, dewan racana, dewan kerja hingga dewan saka.
  • Model pengorganisasian dalam bentuk dewan mencerminkan kepemimpinan dilakukan oleh sebuah tim secara kolegial. Melalui sifat itu peserta didik dilatih untuk mampu mengambil keputusan, memecahkan masalah, merencananakan - melaksanakan - mengevaluasi progam secara bersama-sama berdasar prosedur dan tata kerja organisasi. Kegialitas membutuhkan kemampuan kerjasama tim secara solid dan efektif, karena pada kenyataannya dalam kolegialitas individu tidak mesti sempurna namun tim haruslah sempurna.

Pengertian Kepemimpinan Organisasi
Kepemimpinan Organisasi memiliki ruang lingkup yang sangat luas baik ditinjau dari aspek personal, proses, tujuan, lingkungan maupun aspek-aspek lain yang mempengaruhinya. Dimensi-dimensi kepemimpinan organisasi dimaksud, kurang lebih sbb :
  • Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
  • Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. 
  • Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). 
  • Menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26).
  • Menurut John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki (H. Abu Ahmadi, 1999:124-125). 
  • Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281)
  • Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. (Slamet, 2002: 29)
  • Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7) 
  • Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29).
  • Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). 
  • Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.
    ( Ngalim Purwanto ,1991:26).
Unsur-unsur Kepemimpinan Organisasi

Dari uraian di atas dapat dismpulkan bahwa unsur-unsur kepemimpinan organisasi paling tidak terdiri dari :
  • Aspek Anggota : Kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi
  • Aspek Personal : Kepemimpinan adalah sekumpulan kemampuan dan sifat-sifat kepribadian seseorang seperti : kewibawaan, kecerdasan, kebijakan, keterbukaan, kesediaan berbagi dan sikap positif lainnya yang dapat digunakan untuk  meyakinkan orang-orang yang dipimpinnya agar melaksanakan tugas-tugas pekerjaannya dengan fokus pada tujuan,  penuh semangat dan dedikasi, suasana  batin yang gembira dan tertantang, serta yakin bahwa kebaikan organisasi akan membawa kebaikan bagi diri, keluarga dan orang lain.
  • Aspek Perilaku Organisasi : Kepemimpinan adalah proses pembagian kekuasaan,  proses mengontrol, memotivasi dan mempengaruhi orang-orang dipimpin untuk mencapai tujuan organisasi secara optimal.


Empat Ranah Kempemimpinan Organisasi

Ilmuwan terkemuka Gallup, berdasarkan penelitian terbaru menemukan adanya 34 tema atau sifat kepemimpinan yang efektif yang terbagi dalam dalam  "Empat Ranah Kekuatan Kepemimpinan Organisasi", sbb :



Tipe Pelaksanaan
  • Tipe pemimpin  yang dominan memiliki di ranah bertindak. Ia tahu bagaimana bertindak. Tipe ini sesuai untuk mencari solusi sebab pemimpin jenis ini akan bekerja tanpa lelah untuk persoalan yang dihadapi. Pemimpin dengan kekuatan untuk bertindak  juga memiliki kemampuan untuk "menangkap" ide dan mewujudkannya.

Tipe Mempengaruhi
  • Tipe pemimpin "memengaruhi"  mimiliki kekuatan untuk melibatkan khalayak sasaran lebih luas. Para pemimpin dengan kekuatan di ranah ini selalu menjajakan ide tim di dalam dan di luar organisasi. Pemimpin jenis ini sesuai saat organisasi membutuhkan banyak hal yang harus dijelaskan, dikompromikan, didiskuisikan dan didengarkan. 
Tipe Membina Hubungan
  • Tipe pemimpin  "membina hubungan" memiliki kemampuan sebagai  perekat penting  dan mampu menyatukan tim dalam berbagai keadaan. Tanpa daya rekat seorang pemimpin dalam sebuah tim, seringkali tim hanyalah  merupakan  sekumpulan individual semata yang tidak bermakna apa-apa. Para pemimpin yang memiliki kekuatan "membina hubungan" umumnya memiliki kemampuan unik untuk membentuk grup dan organisasi yang jauh lebih besar dan lebih solid.
  • Tipe pemimpin ini juga disebut sebagai pemimpin yang  positifis dan senang mengedepankan harmoni, meminimalkan perpecahan  dan senang mempertahankan energi kolektif  tim agar tetap tinggi. 
Tipe Berpikir Strategis
  • Tipe pemimpin dengan kekuatan "berpikir strategis"  adalah mereka yang mampu  membuat semua anggota organisasi  tetap fokus pada apa yang  mungkina bisa dilakukan. Pemimpin jenis ini terus menyerap dan menganalisis informasi untuk membantu tim membuat keputusan yang terbaik baik. Disamping itu pemimpin jenis ini juga mampu  terus merangsang seseorang untuk  memikirkan masa depan.
  • Pemimpin tipe ini mampu  menjelaskan bagaimana kejadian di masa lalu mempengaruhi keadaan saat ini, dan mampu merumuskan jalan  terbaik untuk meraiah kemungkinan-kemungkinan terbaik di masa depan. Tipe ini umumnya memiliki gagasan yang kuat dalam melihat peluang berdasarkan masukan atau informais yang ada. Daya kritis dan analitisnya sangat bermanfaat dan  bisa membantu organisasi dalam memahami sebab dan akibat suatu masalah/keadaan.
Sumber
  • http://www.gallup.com/region/asia_pacific/160946/apa-yang-membentuk-tim-kepemimpinan-yang-hebat.aspx
  • http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com/2009/03/pengertian-pemimpin.html
  • http://www.ensiklopediapramuka.com/2014/04/kepemimpinan-kepemimpinan-organisasi.html
Share:

Menaksir Sungai (Lebar, Kedalaman & Arus)


Pengantar 

Kegiatan penjelajahan di alam terbuka sering menjumpai rintangan alam seperti sungai, lembah, bukit, pohon, jurang, dsb. Menghadapi rintangan semacam itu dibutuhkan pengetahuan tentang "penaksiran", agar melewatinya  tidak terjebak dalam kesulitan yang dapat membahayakan para Pramuka.

Agar aman menyeberangi sungai dibutuhkan kemampuan "penaksiran sungai" yang terdiri dari pengetahuan menaksir lebar sungai, menaksir tinggi permukaan sungai dan menaksir kecepatan arus sungai.  Mengutamakan keselamatan dalam penjelajahan harus diutamakan, jangan hanya mengejar tingkat kesulitan tantangan, rintangan dan halangan semata.

Cara Menaksir Lebar Sungai

Cara Pertama
Mengukur/menaksir lebar sungai dengan ilmu ukur segitiga

  1. Tetapkan check point A di seberang sungai.
  2. Jadikan tempat kita berdiri  sebagai  titik B.
  3. Buat sudut 90° dan bergerak ke C sebanyak  x  langkah  (x adalah jumlah langkah).
  4. Lanjutkan melangkah ke D sebanyak ½  x langkah. (1/2 x langkah adalah jumlah langkah
  5. Dari titik D buat sudut 90° dan bergeraklah mundur sambil mengintai ke point A dan C.
  6. tempat berdiri, berada di satu garis lurus.
  7. Berhenti setelah A: C dan E berada di satu garis lurus.
  8. (dengan dcmikian lebar sungai: AB = 2 DE).
Cara Kedua
Mengukur/menaksir lebar sungai dengan ilmu ukur segitiga

  1. Tetapkan check point A.
  2. Jadikan tempat tegak pada point B.
  3. Menghadap ke kiri dengan sudut 90° kemudian berjalan mundur.
  4. Berhentilah apabila telah dapat membuat sudut 45°, jika di proyeksikan ke titik A.
  5. Titik tersebut dinyatakan sebagai titik C. Dengan demikian maka dalam segitiga ABC diatas, sudut A juga = 45° karena itu sisi AB = BC. Jadi lebar sungai AB = BC.
Cara ketiga
Mengukur/menaksir lebar sungai dengan ujung topi

  1. Dengan pandangan melalui ujung topi, tentukan sebuah check point A di seberang sungai.
  2. Berputarlah ketepi yang lain dengan sikap tubuh dan topi yang sama.
  3. Suruh seorang teman menuju ke titik di hujung pandangan melalui topi tersebut.
  4. Titik tersebut kita anggap C. maka BA = BC = radius.
Cara keempat
Menaksir Lebar Sungai dengan Permukaan Air yang Tenang/Danau

  1. Jatuhkan benda berat ke dalam air, misalnya : batu atau sejenisnya
  2. Perhatikan riak air yang berjalan menuju titik C (diseberang).
  3. Perhatikan riak air yang menyentuh titik C yang bersama-sama menyentuh titik B
  4. Ukur jarak antara A dan B.
  5. Jarak A dan B akan sama dengan jara A dan C yang sekaligus menunjukan lebar sungai.
Menaksir Tinggi Permukaan Sungai

Dengan menggunakan batang ranting
  1. Kondisi sungai di hilir/muara berbeda dengan kondisi di hulu, oleh sebab itu pengukurannya dilakukan dengan cara berbeda (lihat fambar).
  2. Ambil galah yang cukup panjang dan masukan ke dalam sungai
  3. Galah yang dimasukan ke dalam air harus dalam posisi tegak lurus
  4. Lakuan pengukuran di berbagai tempat agar diketahui berbagai perbedaan titik terdalam.

Dengan memperhatikan Riam
Dengan memperhatikan riam maka akan dapat menduga mana bagian sungai yang lebih dalam dan mana yang tidak dalam, caranya :
  1. Gelombang tegak adalahh bagian sungai yang terdalam dan tercepat arusnya dibagian sungai sekitarnya.
  2. Bagian luar kelokan sungai bagian sungai yang lebih dalam
  3. Bagian ujung lancip dari lidah air (bentuk V) adalah bagian yang lebih dalam dibandingkan dengan ujung lidah di atasnya.
Kegunaan Menaksir Kedalaman Sungai
  1. Umumnya bagian tengah sungai lebih dalam dari bagian tepinya, maka kemampuan memperkirakan kedalaman sungai akan dapat terhindar dari bahaya ketika melalukan penyeberangan.
  2. Memperkirakan tinggi relatif  (perbandingan tinggi air sejam yang lalu dengan cara menggoreskan tanda di benda tertentu kemudian ditancapkan di sungai atau menggantungkan benda tertentu di atas air sungai), akan dapat memperlihatkan kecenderungan permukaan air turun atau naik.
Menaksir Kecepatan Arus Sungai
Cara Pertama

  1. Letakkan benda terapung di titik 0  (benda yang bisa terapung dan hanyut - X)
  2. Setelah sekitar 15 meter (dari titik A), mulailah berjalan mengikuti benda yang dihanyutkan tadi (x), sambil menghitung  sampai titik B
  3. Ukur jarak AB
  4. Kecapatan arus sungai = jarak AB/waktu
Cara Kedua


  1. Letakkan benda terapung di titik 0  (benda yang bisa terapung dan hanyut - X)
  2. Setelah sekitar 15 meter (dari titik A), mulailah berjalan mengikuti benda yang dihanyutkan tadi (x), sekitar 50 angkah (langah biasanya kecepatannya dapat diperkirakan)
  3. Setelah sampai titik B, misalnya benda sampai di X yang sejajar dengan titik B.
  4. Ukur jarak AB dan AX
  5. Kecepatan arus sungai = AX x  kecepatan langkah
Catatan :
  1. Benda yang dihanyutkan sedapat mungkin hanyut mendekati bagian tengah sungai (antara dua tepi sungai)
  2. Jika sungai lurus kecepatan arus paling besar terjadi di tengah sungai dan kecepatan paling rendah di pinggir sungai.

Sumber :
Buku, Pedoman Kepramukaan, Kedai Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1983
Buku, Panduan Pramuka  (untuk SD, SMP, SMA, SMK), Agus Widodo, Klaten, 2012
Share:

Menaksir Tinggi Benda (Pohon, Tiang & Bukit)

Pengantar
Menaksir tinggi sebuah obyek atau benda penting untuk diketahui sebagai alat bantu dalam penjelajahan. Menaksir tinggi tidak semata-mata melatih kemampuan menghitung dan memperkirakan, namun hasil penaksiran tinggi obyek  bisa digunakan untuk membantu mengenali lingkungan sekaligus memperkaya dan mempermudah dalam melakukan kegiatan di alam bebas.

Menaksir Tinggi Pohon

  1. Tetapkan 11 unit (bisa meter, bisa langkah, bisa tongkat atau bisa jenis lainnya ) dari A ke satu titik sisi yang datar.
  2. Titik  yang datar  tersebut kemudian dinyatakan D.
  3. Suruhlah salah satu anggota regu memegang/menegakkan tongkat Pramuka pada titik D.
  4. Lanjutkan 1 unit lagi ke titik C.
  5. Dari titik C, seorang teman mengintai ke puncak pohon (B) melalui tongkat yang ditegakkan pada D.
  6. Tandai bagian tongkat yang dilalui garis CB. Bagian yang dilalui  tersebut disebut E.
  7. Dengan demikian tinggi pohon tersebut: AB = 12 DE.
Menaksir tinggi tiang listrik.

  1. Tinggi tongkat AB = 160cm.
  2. Panjang bayangan tongkat  = 20cm.
  3. Jadi perbandingan tongkat dan bayangannya  = 20 : 160 = 1 : 8.
  4. Panjang bayangan tiang listrik = 1,20 m : 120 cm
  5. Jadi tinggi  tiang listrik = 120 x 8 =  960 cm = 9,6 m
Menaksir Tinggi Bukit.


  1. Tentukan suatu benda (pohon, tongkat, orang, dll) yang berdiri tegak pada suatu jarak dari bukit untuk ditaksir tingginya dengan tangan direntangkan ke depan. Pegang alat pengukur tegak lurus untuk mengukur tinggi obyek yang sebenarnya
  2. Melalui pengamatan tinggi pohon AB di alat pengukur terlihat 5 Cm. Sedang tinggi pohon diketahui 2,5 meter. Jadi perbandingannya = 5 Cm : 250 Cm = 1 : 50
  3. Pada alat pengukur, tinggi bukit AC terlihat 35 mm. Jadi tinggi bukit AC = 35 x 50 = 1.750 cm = 7,5meter
Keterangan:
Pohon dapat diganti dengan orang yang ketinggiannya di anggap sama = 2,5 meter yang pada rol terwakili xy; bukit AC pada rol adalah: xz.
 
 
Sumber
Buku, Pedoman Kepramukaan, Kedai Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, 1983
Share:

Syarat & Tanda Kecakapan Pramuka Penggalang (Umum, Khusus, Penggalang Garuda)

Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang


Pengertian 
  • Syarat Kecakapan Umum disingkat SKU adalah kurikulum pendidikan kepramukaan yang wajib dipenuhi oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka atau calon Pramuka Penggalang untuk memperoleh Tanda Kecakapan Umum (TKU).
  • SKU merupakan salah satu penerapan Sistem Tanda Kecakapan sesuai dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.
Tujuan
Tujuannya adalah untuk mendorong dan merangsang Pramuka Penggalang agar memiliki kecakapan yang berguna bagi hidupnya dan memenuhi persyaratan menjadi anggota Gerakan Pramuka.
Penerapan
  • Berkaitan dengan SKU dan TKU, Pembina Pramuka wajib memahami dan menerapkan bahwa seseorang anak, remaja, pemuda yang dengan sukarela ingin menjadi anggota Gerakan Pramuka, pertama-tama mereka memasuki masa calon sebagai "Tamu" selama satu sampai dua bulan.
  • Dalam masa itu yang bersangkutan tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka lengkap dengan atribu-atributnya.
  • Setelah memenuhi SKU tingkat pertama dan dilantik dalam suatu upacara serta mengucapkan janji maka yang bersangkutan sah menjadi anggota Gerakan Pramuka dan berhak memakai pakaian seragam Pramuka lengkap dengan atributnya.

Tingkatan
SKU dan TKU untuk Pramuka Penggalang terdiri atas tiga tingkatan yaitu:


Syarat & Tanda Kecakapan Khusus Pramuka Penggalang

Pengertian
  • Kecakapan khusus adalah kecakapan, kepandian, ketangkasan, ketrampilan dan kemampuan, sikap dan usaha dalam bidang tertentu yang dimiliki oleh seorang Pramuka sebagai hasil pendidikan dan latihan serta penguiiannya.
  • Syarat Kecakapan Khusus yang disingkat SKK adalah semua syarat yang harus dipenuhi seorang Pramuka untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus atau TKK tertentu sesuai dengan usia dan kemampuannya.
  • Tanda Kecakapan Khusus adalah suatu tanda yang menuniukkan kecakapan, kepandaian, ketangkasan, ketrampilam, kemampuan sikap dan usaha seorang Pramuka dibidang tertentu, sesuai dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohaninya.
Tujuan
Tujuan sistem TKK adalah untuk mendorong dan merangsang para Pramuka agar berusaha memperoleh sejumlah kecakapan sehingga diharapkan dapat mengatasi kesulitan dan mampu untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat. Sistem ini juga merupakan salah satu usaha untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Sementara sasarannya agar setiap Pramuka mempunyai pengetahuan, kecakapan dan kemampuan sehingga dapat menimbulkan rasa bangga memiliki tanda kecakapan tersebut.

Tingkat dan Jenis
  • Agak berlainan dengan TKU yang hanya terbatas pada 3 tingkat atau 3 macam, maka dalam TKK tidak dibatasi jumlahnya. Hal itu tergantung kepada keadaan, kemampuan dan keperluan masyarakat setempat serta keadaan, kemampuan, keperluan, sifat minat dan bakat peserta didik. 
  • Meskipun tidak dibatasi dalam jumlahnya, tetapi SKK & TKK digolongkan dalam 5 bidang yaitu: Pertama bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak, kedua bidang patriotime dan seni budaya, ketiga bidang ketrampilan dan teknik pembangunan, ke empat bidang ketangkasan dan kelima bidang social perikemanusiaan, gotong-royong, ketertiban m asyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup. 
  • TKK masing-masing golongan dibedakan dengan warna dasar sbb :
    • SKK dan TKK Pramuka Penggalang memiliki 3 tingkat  madya, purwa dan utama, yang harus ditempuh para Penggalang secara berurutan karena masing-masing tingkatan menunjukan derajat penguasaan ketrampilan yang lebih tinggi dari tingkat sebelumnya. Bentuk gambar TKK untuk masing-masing tingkatan adalah :



    Penggalang Garuda

    Pengertian
    Pramuka Garuda ialah seorang Pramuka yang dapat menjadi teladan dan telah memenuhi persyaratan serta memiliki Tanda Pramuka Garuda.

     Tanda Pramuka Garuda adalah : tanda kecakapan tertinggi yang diberikan kepada seorang Pramuka yang memenuhi syarat-syarat Pramuka Garuda.  Sebagai alat yang mempunyai nilai pendidikan dalam rangka menerapkan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.  Syarat-syarat Pramuka Garuda adalah ketentuan yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka untuk memperoleh Tanda Pramuka Garuda, sesuai dengan golongan dan usianya.

    Tujuan
    • Tujuan pemberian Tanda Pramuka Garuda adalah untuk merangsang dan mendorong para Pramuka agar senantiasa bersunguh-sungguh :  mengamalkan Satya dan Darma Pramuka,  melatih diri sehingga dapat menjadi teladan baik bagi angota Gerakan Pramuka maupun anak-anak dan pemuda lain.
    • Adapun sasaran pemberian Tanda Pramuka Garuda adalah : menggiatkan setiap Pramuka untuk berusaha meningkatkan kecakapan dan keterampilan, sikap dan tindakannya, sehingga dapat mempersiapkan diri menjadi tenaga pembangun bangsa dan negara. Mewujudkan usaha kegiatan pendidikan bagi para remaja untuk menerapkan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan. Menarik minat Pramuka, anak-anak dan pemuda lain agar mengikuti jejak Pramuka Garuda.

    Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang
    Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
    • Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
    • Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap.
    • Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu :
                  1.  Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara :
                        a. TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
                        b. TKK Pengatur Rumah
                        c. TKK Juru Masak.
                        d. TKK Berkemah.
                        e. TKK Penabung.
                        f.  TKK Penjahit.
                        g. TKK Juru Kebun
                        h. TKK Pengaman Kampung
                        i.  TKK Pengamat
                        j.  TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain.

                   2.  Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan
                        dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
    • Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sepuluh macam dengan menggunakan sedikit-dikitnya lima macam bahan.
    • Pernah mengikuti Jambore, Perkemahan, Bakti dan Lomba Tingkat.
    • Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.
    • Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya.
    • Dapat menjalankan salah satu cabang olah raga, misalnya atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya.
    • Telah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat.
    Bentuk, Gambar dan Warna Tanda Pramuka Penggalang Garuda
    • Tanda Pramuka Garuda dari logam berbentuk segi lima beraturan, dengan panjang sisi masing-masing 2,5 cm dan berbingkai selebar 2 mm.
    • Di tengah bentuk segi lima tersebut terdapat gambar relief (gambar timbul) seekor burung garuda dengan sayap terbuka, dengan lambang Gerakan Pramuka di dadanya, dan sehelai pita yang digenggam oleh kedua cakarnya bertulis “SETIA – SIAP – SEDIA”.
    • Warna bingkai, burung garuda dan pita adalah kuning emas. Warna tulisan hitam. Warna dasar/latar belakang merah untuk Pramuka Penggalang,

    •  Pita kalung lebar ukuran ± 2,5cm x 60 cm, berwarna  putih di sisi tepinya (kiri dan kanan) selear ± 0,4 cm, merah ditengah selebar 1,7 cm,  panjang pita jika dikenakan, Tanda Pramuka Garuda tepat di ujung tulang dadanya.
    • Tanda Pramuka Garuda dari kain, mempunyai bentuk, gambar, warna, tulisan, dan ukuran yang sama dengan ketentuan-ketentuan di atas, hanya tidak menggunakan atau digantungkan pada pita.
       
     Arti Gambar
    • Bentuk segi lima mencerminkan Pancasila.
    • Gambar garuda terbang menggambarkan kekuatan besar pada dirinya untuk mencapai cita-cita yang tinggi, bertindak dengan jiwa Pramuka yang berkembang dalam dadanya can berpegang pada semboyan “Setia – Siap – Sedia” .
    • Pada masing-masing sayap terlukis 17 bulu, pada ekor terdapat 8 helai bulu, sedangkan pada pangkal sayap dan dada terdapat 45 helai. Ini mengkiaskan bahwa setiap Pramuka Garuda harus bersemangat perjuangan atas dasar nilai-nilai 17-8-45.
    • Arti semboyan : Setia artinya seorang Pramuka Garuda akan selalu setia kepada Tuhan, bangsa dan negara, pimpinan dan keluarganya. Siap artinya seorang Pramuka Garuda akan selalu siap untuk berbuat kebajikan dan berbuat jasa setiap waktu. Sedia artinya seorang Pramuka Garuda akan selalu mempunyai rasa kesediaan atau keikhlasan untuk berbakti.
    Sumber :
    • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 203 tahun 2009, tentang  Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
    • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka tentang Petunjuk Penyelenggaraan Syarat Kecakapan Umum,  Jakarta, 1982.
    • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 101 tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda 
    • http://www.ensiklopediapramuka.com
    Share:

    Postingan Populer

    Pengunjung

    Pengikut