IKLAN

PANGKALAN SMK DARUL MA'WA PLUMPANG-TUBAN
GUGUSDEPAN 13.23.18.141 - 13.23.18.142
E-Mail : prakadarmaplumpang@gmail.com
Instagram : prakadarma

Latihan Rutin Out Bond

Salam pramuka!!

Plandirejo,17/10. Sesuai dengan program kerja Dewan Ambalan setelah beberapa kali kegiatan pramuka diisi dengan materi K13, pramuka kali ini adalah outbond agar para penegak tidak terlalu jenuh, outbond dibuat semenarik mungkin dan se-seru mungkin.


Share:

Pemantapan

Salam pramuka!

Sesuai dengan program kerja Dewan Ambalan, pada hari Selasa 15 Oktober 2019 telah dilaksanakannya Pemantapan untuk kegiatan pramuka yg akan datang. Dengan kegiatan pemantapan pramuka ini kita bisa menyimulasikan apa yang akan dipelajari diwaktu pramuka selanjutnya.


 

Share:

Peta Pita dan Peta Lapangan

Peta Pita - Tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini adalah :
  • Pensil Teknik 2B
  • Penggaris Panjang
  • Kertas Pita Peta
  • Kompas Bidik
  • Meja Kerja
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Peta Pita.

Penentuan Skala
Hal ini erat kaitannya dengan jarak yang akan ditempuh selama melakukan perjalanan dengan kertas yang ada.

Pembuatan Keterangan
Keterangan yang dimaksud adalah apa-apa yang dilihat selama melakukan perjalanan baik yang ada disebelah kiri maupun yang ada di sebelah kanan, yang perlu diperhatikan adalah tanda-tanda berupa bangunan-bangunan penting atau suatu daerah yang mencolok dan merupakan sesuatu yang mudah dilihat dan diperhatikan. Keterangan dituliskan dalam bentuk gambar peta dan tulisan.
Contoh Keterangan Gambar :
Penulisan Arah Utara, Jarak, dan Waktu
Arah utara digambarkan sesuai dengan arah utara kompas. Jarak dituliskan berdasarkan ukuran yang ada dengan skala yang sudah ditentukan. Untuk waktu bisa dilihat dengan jam sesuai saat berangkat dan tiba di setiap belokan.

Untuk pembuatan peta pita, setiap pergantian arah perjalanan maka harus kita gambarkan, demikian seterusnya sampai daerah yang kita tuju. Gambar keterangan peta dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Untuk lebih jelasnya bisa diperhatikan contoh berikut

Peta Lapangan - Tujuannya untuk menggambarkan keadaan atau kondisi suatu lapangan dan daerah sekitarnya dalam skala yang lebih kecil.

Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Peta Lapangan.
Penentuan Skala
Hal ini berkaitan erat dengan luas lapangan yang akan digambar dan kertas gambar yang akan dipergunakan sehingga apa yang ada di lapangan dan daerah sekitarnya yang dekat dengan lapangan tersebut dapat tergambar semuanya.
 
Penentuan Batas dan Sudut Batas Lapangan
Setelah diketahui batas lapangannya maka batas-batas tersebut dibidik dari tengah lapangan dengan kompas bidik untuk diketahui berapa sudut batas lapangan tersebut. Penggambaran peta lapangan harus menghadap ke utara.
 
Pengukuran Jarak dari Pusat ke Sudut Batas Lapangan
Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu agar diketahui dengan pasti jarak antara pusat dengan sudut lapangan dan juga jarak antara sudut yang satu dengan sudut yang lainnya.


Penggambaran lapangan
Pengerjaan terakhir adalah menggambarkan sket yang telah didapat dari pengukuran-pengukuran tadi ke dalam kertas gambar. Untuk mempermudah pemberian keterangan diberi penomeran pada tiap sudut dan keterangan lainnya.

Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan gambar peta lapangan berikut :
Share:

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko adalah suatu pendekatan terstruktur / metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah menghindari risiko sebisa mungkin, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen Risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen Risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan Manajemen Risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan Manajemen Risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam Manajemen Risiko dapat diklasifikasi menjadi 
  • Risiko Operasional 
  • Risiko Finansial 
  • Risiko Strategik 
Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management). Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

Sejarah

Kutipan tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat pada tahun 2100 sebelum masehi. Piagam tersebut mencantumkan peraturan dimana pemilik kapal dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman tersebut. Masa ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko, di mana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti misalnya keamanan).


Tahun 1970-an dan 1980-an disebut sebagai zaman kedua manajemen risiko di mana perusahaan-perusahaan asuransi mulai berusaha mendorong pengusaha untuk benar-benar menjaga barang yang diasuransikan. Pada masa ini juga lahir konsep jaminan mutu (quality assurance) yang menjamin setiap produk memenuhi spesifikasi standarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh British Standards Institution yang meluncurkan standar kualitas BS 5750 pada tahun 1979.


Pada tahun 1993, James Lam diangkat menjadi Chief Risk Office, yang merupakan jabatan CRO pertama di dunia. Zaman ketiga manajemen risiko dimulai tahun 1995 dengan diterbitkannya AS/NZS 4360:1995 oleh Standards Australia of the World's Risk management Standard.

Pengertian Risiko

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity), sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).

Secara umum Risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan kalaupun rugi hanya kecil sekali? Misalnya membeli loterei. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli loterei relatif kecil. Apakah ini juga tergolong Risiko? jawabannya adalah hal ini juga tergolong risiko. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko.

Kategori risiko

Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk : 
  • Risiko Spekulatif, dan 
  • Risiko Murni. 
Risiko spekulatif

Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.

Risiko murni

Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian, kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ).



Dalam pramuka banyak kegiatan/aktivitas yang dilakukan baik di dalam maupun di luar gedung (seperti berkemah, hiking, lintas alam, dan sebagainya). Tentunya kegiatan/aktivitas ini tidak lepas dari resiko yang dihadapi Pramuka dalam melakukan kegiatannya. Untuk menghilangkan atau mengurangi risiko yang dihadapi pramuka dalam kegiatan aktivitasnya sangat diperlukan suatu manajemen yang kita sebut dengan manajemen resiko.

Manajemen risiko di Pramuka adalah penerapan alat yang sistematik dan komprehensif dalam proses penilaian (Assessment) dan pelaksaaan (treatment) yang terdiri dari : 
  • Identifikasi risiko 
  • Analisis evaluasi yang akan timbul 
  • Pilihan evaluasi dan pelaksanaan 
  • Pencegahan penerapan dan atau tindakan reaktif 
  • Supervisi yang efektif dan perbaikan yang terus-menerus dari proses 
Tujuan manajemen risiko adalah untuk menghilangkan dan atau menurunkan risiko pada tingkat yang diperkirakan untuk memaksimalkan pengalaman-pengalaman Pramuka yang sesuai dengan misinya.

Dalam Proses penilaian risiko yang akan diamati yaitu : 

Keterpaparan (E = Exposure)
Seberapa sering seseorang terkena dari bahaya yang dapat timbul dengan gradiasi sebagai berikut :
0,5 = Sangat Jarang (Very Seldom)
1 = Jarang (Seldom)
2 = sewaktu-waktu (sometimes)
3 = sekali-kali (once in a while)
6 = teratur(regularly)
10 = Sering (constantly) 

Akibat/konsekuensinya(C = Consequence)
Seberapa besar efeknya yang diklasfikasi sebagai berikut :
1 = Kecil/pertolongan pertama atau perobekan
2 = Penting/seseorang akan luka dan tidak dapat aktif beberapa hari
3 = serius, efek tidak dapat diubah (kecacatan)
4 = sangat serius, akut, seseorang terbunuh atau kemudian menginggal
5 = Bencana, lebih dari satu terbunuh atau kemudian meninggal 

Kemungkinan (P = Probability)
Apa akibat kemungkinannya/perkiraan dari akibat terjadinya risiko dengan klasifikasi sebagai berikut :
0,1 = Sulit diperkirakan
0,2 = Praktis tidak mungkin
0,5 dapat diperkirakan tetapi berlainan
1 = Berlainan tetapi mungkin dalam kasus garis batas
3 = luar biasa
6 = mungkin
10=menjadi mengharapkan. 

R = Akhir persamaan risiko yaitu R*C*P 
Klasifikasi risiko (bersifat relatif) yaitu :
1 = R lebih kecil sama dengan 20 Brangkali ada risiko yang diterima
2 = 20 lebih kacil dari R lebih kecil sama dengan dari 70 Mungkin ada risiko
3 = 70 lebih kacil dari R lebih kecil sama dengan dari 200 Ada resikonya (Imporant risk)
4 = 200 lebih kacil dari R lebih kacil dari 400 Resiko tinggi
5 = R > 400 Resiko sangat tinggi. 


Untuk lebih lengkap silahkan klik tombol Download
Share:

Latihan Rutin Implementasi K13 dalam Kepramukaan

Salam Pramuka!!!

Pada hari kamis tanggal 03 Oktober 2019 Prakadarma mengadakan latihan rutin. seperti yang terdapat dalam Program Kerja Dewan Ambalan Angkatan V yaitu pramuka dengan materi K13 dengan tujuan untuk membantu agar siswa lebih faham dalam pelajaran yang telah disampaikan oleh Bapak/Ibu Guru di SMK Darul Ma'wa. Dalam pengemasan materi K 13 yang telah direncanakan dalam bentuk Teori dan Praktek. Materi yang disampaikan kali ini adalah pelajaran B. Indonesia Bab Pidato. Kesiapan dari Dewan Ambalan Membuat Siswa cepat faham dengan materi yang disampaikan, Siswa pun sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan tersebut..






Share:

Selamat Hari Kesaktian Pancasila


Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965. Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya, seperti dilansir dari Wikipedia. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha Partai Komunis Indonesia (PKI). Usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan PKI, dan membenarkan peristiwa pembantaian di Indonesia pada periode 1965–1966. Pada hari itu, enam jenderal dan 1 kapten serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Soeharto mengadakan apel bersama pasukan militer satu hari setelah peristiwa G30S, yakni pada 1 Oktober 1965. Saat itulah Soeharto menetapkan Hari Kesaktian Pancasila dengan mengkampanyekan pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang 1945 di Indonesia secara murni dan konsekuen.
Share:

10 TKK dan SKK Wajib Pramuka Penegak/Pandega


10 TKK dan SKK Wajib Pramuka Penegak/Pandega

  1. SKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
  2. SKK Pengatur Rumah
  3. SKK Pengamat
  4. SKK Juru Masak
  5. SKK Berkemah
  6. SKK Penabung
  7. SKK Penjahit
  8. SKK Juru Kebun
  9. SKK Pengaman Kampung
  10. SKK Gerak Jalan


01.  SKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk Panegak/Pandega

Untuk mencapai SKK P3K Tingkat Purwa, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan: luka iris, luka garuk, luka terbakar/kena benda panas, benjut/memar, terkilir, hidung berdarah, tersengat, tergigit binatang berbisa, dan debu di mata,
  2. mengetahui cara dan dapat mencegah dan menolong orang yang mengalami Hilang semangat (coliapse), pingsan, mati suri (schijndood), dan tersengat sinar matahari (zonnesteek),
  3. mengetahui cara dan dapat menggunakan dengan benar dan rapi: pembalut segitiga (mitella), dan pembalut panjang (zwapchtel verband) untuk luka di jari, lengan, tangan, kepala, lutut dan betis,
  4. mengetahui letak urat-urat nadi terpenting, dan mengetahui cara penghentian perdarahan urat nadi,
  5. dapat membuat tandu darurat dengan cepat dan rapi, dan tahu serta dapat mengangkut pendrita dengan berbagai cara, secara seorang diri, maupun bersama dengan teman,
  6. mengetahui dan dapat melakukan dengan baik dua pernafasan tiruan (kunstmatige ademhaling),
  7. mempunyai pengetahuan tentang obat-obatan/ramuan yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama pada kecelakaan,
  8. mengetahui nama alamat nomor telpon Puskesmas (poliklinik), rumah sakit dan dokter setempat.
  9. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK PPPK Tingkat Purwa.
Untuk mencapai SKK P3 K tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak & Pandega  harus:

  1. telah memenuhi SKK PPPK Tingkat Madya,
  2. sebagai seorang anggota regu penolong (bukan pemimpin) yang terdiri atas 4 @ 5 orang, melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (tiruan) yang dibuat oleh penguji, secara terperinci, tepat dan cepat sesuai dengan aturan PPPK (perlu diperhatikan keterangannya, kecepatan, kerjasama, dan lain-lain),
  3. mengetahui cara dan dapat menyampaikan secara lisan, tertulis atau melalui telpon (kepada dokter, rumah sakit, polisi atau keluarganya),
  4. mengetahui cara dan dapat melakukan dengan baik cara-cara pernafasan tiruan.
  5. mengetahui cara dan dapat mengangkut penderita melalui rintangan-rintangan/gang sempit, melaiui kolong, menyeberang parit, melewati pagar/tembok, naik-turun tangga, dan lain-lain) dengan atau tanpa tandu.
  6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK PPPK Tingkat Purwa.
           Catatan: Mereka yang memiliki ijazah PPPK (penolong dan pengangkut) dari PMI berhak
           mendaparkan TKK PPPK Tingkat Madya.

Untuk mencapai SKK P3K Tingkat Utama, seorang pramuka harus:
  1. telah memenuhi SKK PPPK Tingkat Madya,
  2. mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan berbagai macam patah tulang terbuka atau tertutup (Fractura complicate dan incomplicata), juga rahang atau lutut meleset,
  3. mengetahui cara dan dapat memberikan pertolongan kepada orang yang mengalami perdarahan dalam tubuh (internebloedingen),
  4. dapat memperhatikan cara-cara bertindak apabila ada dugaan keracunan, dan gegar otak,
  5. dapat dan tahu cara menolong orang tenggelam, terbenam/tertimbun, kena aliran listrik, dan shock/gugat,
  6. pernah memimpin satu regu penolong pada kecelakaan (sungguh-sungguh atau tiruan).
  7. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK PPPK Tingkat Madya.
  • Catatan: Untuk mereka yang telah memiliki ijazah PPPK dari PMI, dan telah ikut secara aktif bertugas menolong kecelakaan (minimum 10 kali) sebagai tenaga bantuan/anggota sukarelawan regu-regu PMI, berhak menerima TKK PPPK Tingkat Utama. Yang dimaksud kecelakaan di sini adalah kecelakaan sungguh-sungguh dan bukan tiruan yang dibuat oleh penguji.
Gambar TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan untuk Pramuka Penegak/Pandega :




02. SKK Pengatur Rumah untuk Pramuka Penegak dan Pandega.


Untuk mencapai SKK Pengatur Rumah tingkat Purwa, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. dapat mengatur isi dan menghias suatu ruangan secara sederhana, tetapi berseni (artistik), dengan memperhatikan komposisi, bentuk dan warna ruang tamu, ruang tidur, ruang belajar, ruang makan, ruang tunggu, atau ruang lainnya,
  2. dapat membuat sedikitnya dua macam hiasan sederhana dari barang-barang yang ada di sekitarnya, misalnya dengan menggunakan bunga kebun, kertas, batu, buah-buahan, tanaman, dahan-dahan, atau bahan-bahan lainnya,
  3. mengerti cara mengatur lampu penerangan dan peredaran udara(ventilasi).
  4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Pengatur Ruangan.
Untuk mencapai SKK Pengatur Rumah tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. Sudah memenuhi SKK Pengatur Rumah Tingkat Purwa,
  2. dapat mengatur dan menghias ruangan untuk: (a)    rapat, pertemuan, atau konfrensi, (b)    perayaan sekolah, kampung, mesjid, atau gereja, dan lain-lain. (c)  ruang istirahat, ruang rekeasi, atau operation room, dan lain-lain;
  3. (a) dapat menyusun bunga untuk meja tamu, pesta, kematian, atau penghargaan pada orang lain, dan lain-lain, atau  (b) dapat membuat sedikitnya tiga macam benda hiasan, misalnya dengan menggunakan bambu, tempayan, payung, janur, tempurung, sabut atau kayu, dan lain-lain.
  4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Pengatur Rumah Tingkat Purwa.
Untuk mencapai SKK Pengatur Rumah tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memiliki TKK Pengatur Rumah Tingkat Madya, 
  2. dapat mengatur dan menghias: (a)  ruangan tamu pada peralatan perkawinan atau khitanan, (b)   ruang pengantin atau khitanan, (c)  kursi mempelai atau panggung, dengan memperhatikan keadaan ruang, jumlah undangan, jalan untuk tamu dan pembawa konsumsi, tempat pidato, tempat pertunjukan kesenian, dan lain-lain;
  3. dapat memelihara dan membersihkan perabot rumah tangga, supaya tahan lama dan kelihatan tetap baru! misalnya meja kursi, patung almari, barang dari logam, dari gelas atau kaca, dan lain-lain;
  4. dapat mengatur dan mengubah ruangan pameran (etalase) sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pada saat itu, misalnya pada peringatan 17 Agustus, pada hari ulang tahun, peringatan Natal, hari Raya Idul Fitri, dan lain-lain.
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Pengatur Rumah Tingkat Madya.
Gambar TKK Pengatur Rumah untuk Pramuka Penegak/Pandega :



03. SKK Pengamat untuk Pramuka Penegak dan Pandega.


Untuk mencapai SKK Pengamat tingkat Purwa, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. dapat mengingat 10 dari 15 macam benda yang dilihatnya dalam 1 menit (dilakukan dua kali percobaan dengan benda-benda yang berlainan),
  2. dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 macam benda-benda yang dirabanya, dicium, dikecap dengan lidah dan suara yang didengarnya,
  3. dapat mengikuti jejak sejauh 3 km, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda yang dibuar penguji;
  4. (a) mengetahui dan mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang hidup di sekitarnya; atau (b) mengetahui nama dan mengenal 10 macam tumbuh-tumbuhan/sayur-sayuran/buah-buahan yang biasa digunakan manusia dan tumbuh di daerahnya; atau (c) mengetahu 1 nama dan mengenal beberapa macam jamur (fungsi) yang dapat dimakan atau yang beracun, yang tumbuh di daerahnya. 
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Pengamat.
Untuk mencapai SKK Pengamat tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Purwa,
  2. dapat mengingat sedikitnya 12 dari 18 benda yang dilihatnya dalam 1 menit, misalnya barang-barang dagangan di warung, macam-macam tanaman di kebun, dan sebagainya (dilakukan dua kali percobaan dengan benda berlainan),
  3. dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 9 dari 12 macam benda yang diraba, dicium, dikecap dengan lidah, dan suara yang didengarnya,
  4. dapat mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan tanda jejak dan surat-surat penunjuk jalan, serta dapat mengingat kembali tiga di antara Iima tempat-tempat penting yang dilewatinya, misalnya mesjid/gereja, pasar, poliklinik, rumahsakit, dokter dan lain-lain,
  5. bersama seorang kawan dapat membuat laporan/tertulis tentang suatu kejadian/peristiwa yang dilihatnya dan berlangsung kira-kira lima menit.
  6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Pengamat Tingkat Purwa.
Untuk mencapai SKK Pengamat tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak/Padega harus:
  1. telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Madya,
  2. dapat mengingat 15 dari 20 macam benda yang dilihatnya selama 1 menit, misalnya barang-barang di toko/pasar, makanan di meja pesta, peserta suatu rapat, Pramuka dalam latihan dan sebagainya,
  3. dapat mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan peta, kompas dan surat-surat penunjuk jalan; sesudah sampai di tempat terakhir dapat menunjukkan dalam peta itu letak dari (sedikitnya) 3 di antara 5 tempat penting yang dilewatinya, misalnya mesjid/gereja, sekolah rumah sakit/dokter, pasar,bengkel dan sebagainya,
  4. telah mengamati suatu tempat/ruang, mendengar suara, meraba, mencium barang-barang dalam ruang itu dalarn waktu seluruhnya 5 menit, kemudian bersama dua orang kawan lainnya harus dapat melaporkan "dugaan" tentang peristiwa yang terjadi di tempat itu, dan kira-kira 60% benar.
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Pengamat Tingkat Madya.
Gambar TKK Pengamat untuk Pramuka Penegak/Pandega :



04. SKK Juru Masak untuk Pramuka Penegak Pandega


Untuk mencapai  SKK Juru Masak tingkat Purwa, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. dapat membuat dapur dan tahu syarat-syaratnya,
  2. mengetahui cara dan dapat membuat api terbuka dengan kayu-tanpa minyak,
  3. dapat menghidangkan masakan untuk orang, yang terdiri dari : (a) nasi, (b)  satu jenis lauk kering ( unter atau bakar, tanpa kuah ), (c) satu jenis hidangan pencuci mulut, (d)  minuman the atau kopi panas;
  4. mengetahui cara menyimpan makanan menurut peraturan kesehatan,
  5. pernah membantu juru masak di suatu perkemahan 24 jam.
  6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga sehingga mencapai TKK Juru Masak.
Untuk mencapai SKK Juru Masak tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah mencapai Tanda Kecakapan Khusus Juru Masak Tingkat Purwa,
  2. tahu cara dan telah menyusun beberapa menu beserta bahan-bahan keperluannya, untuk satu regu yang berkemah selama maksimal 3x24 jam, dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
  3. tahu cara dan dapat mengawetkan satu jenis makanan/bahan makanan,
  4. dapat menghidangkan masakan untuk satu regu, yang terdiriari: (a) nasi, (b) satu jenis lauk kering (tanpa kuah,  unter, rebus, bakar,kukus, dan lain-lain), (c) satu jenis lauk dengan kuah (sayur), (d) satu jenis hidangan pencuci mulut, (e) minuman.
  5. telah melatih seorang Pramuka sehingga mencapai Tanda Kecakapan Khusus Juru Masak Tingkat Purwa.
Untuk mencapai SKK Juru Masak tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memenuhi Syarat-syarat Kecakapan Khusus Juru Masak Tingkat Madya,
  2. mengetahui cara dan telah menyusun menu untuk keperluan perkemahan satu regu selama 6x24 jam (lengkap dengan keperluan peralatan dan bahan) dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
  3. mengetahui nilai gizi beberapa jenis bahan makanan,
  4. mengetahui cara dan dapat mengawetkan paling sedikit dua jenis makanan/bahan makanan supaya tahan selama 1 minggu.
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka sehingga mencapai TKK Juru Masak Tingkat Madya.
Gambar TKK Juru Masak untuk Pramuka Penegak/Pandega :



05. Syarat Kecakapan Khusus Berkemah untuk Pramuka Penegak Pandega.


Untuk mencapai SKK Berkemah, seorang  Pramuka  Penegak dan Pandega harus :
  1. sedikitnya sudah tiga kali mengikuti perkemahan sehari semalam (misalnya Perkemahan Sabtu Minggu = Persami), dan satu kali perkemahan yang lebih dari dua malam,
  2. dapat memperlihatkan cara menyusun isi kantong punggung (rugzak-ransel) dengan baik dan rapi,
  3. mengetahui dan dapat mendirikan tenda regu (untuk 6-10orang), dengan rapi dan benar, termasuk pemakaian simpul dan pembuatan paritnya,
  4. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya (mengatur barang-barang dalam tenda, isi tenda dapur barang-barang di rak piring, rak sepatu, dan lain-lain),
  5. mengetahui dan dapat menjaga kebersihan perkemahan regu/sangganya, termasuk pembuatan tempat sampah basah dan sampah kering, serta membawa pulang ke rumah alat-alat dapur dan barang lainnya dalam keadaan bersih.
  6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga sehingga mencapai TKK Berkemah.
Untuk mencapai SKK Berkemah Tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memenuhi Syarat Kecakapan Khusus Berkemah Tingkat Purwa,
  2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk perorangan dan regu/sangganya,
  3. mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya, yaitu: (a) dapat menempatkan letak tenda tidur, tenda dapur, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu, tempat sampah dan sebagainya, sesuai dengan keadaan empat, arah angin dan arah sinar matahari, (b)   dapat mengatur aliran air hujan.
  4. dapat mendirikan berbagai macam tenda, misalnya tenda tidur, tenda dapur, tenda makan, tenda beratap ganda (double dek), melipat, serta memelihara tenda regu,
  5. dapat membuat pagar, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu dan lain-lain secara sederhana.
  6. dapat membuat pembagian tugas kerja bagi anggota sangganya atau Regu Penggalang,
  7. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Berkemah Tingkat Purwa.

Untuk mencapai SKK Berkemah tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak Pandega harus:
  1. telah mencapai Syarat Kecakapan Khusus Berkemah Tingkat Madya,
  2. tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk pasukan, dan peraturan serta syarat-syarat perkemahan yang baik,
  3. dapat mengatur letak perkemahan regu/sangga dalam pasukan/ambalannya, termasuk menentukan letak lapangan upacara dan tempat berlatih,
  4. tahu cara penentuan tempat sanitasi tempat mandi, cuci dan kakus),
  5. dapat mendirikan tenda besar dari kain terpal, atau membuat tenda darurat dari bahan yang ada di sekitarnya,
  6. tahu syarat-syarat perkemahan yang baik, dan: (a)  dapat mencari tempat berkemah yang memenuhi syarat perkemahan, (b)  dapat mengusahakan air minum yang sehat di perkemahan, (c)    mengetahui usaha untuk mendapat izin orang tua, kwartir, pemerintah setempat dan pemilik tanah serta tempat-tempat lainnya.
  7. dapat menyusun acara Perkemahan Penggalang/Penegak/Pandega, untuk sedikitnya selama 24 jam,
  8. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Berkemah Tingkat Madya.

Gambar TKK  Berkemah  untuk Pramuka Penegak/Pandega :

  1. telah memenuhi SKK Penabung untuk Siaga,
  2. seluruh atau sebagian uang yang ditabung dalam buku tabungannya adalah uang yang diperoleh dari hasil usahanya sendiri,
  3. dapat membantu mengurus administrasi buku-buku Tabungan Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.
  4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Penabung.
Untuk mencapai SKK Penabung tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memenuhi SKK Penabung Tingkat Purwa,
  2. dapat menjelaskan kepada Pramuka lain cara menabung dalam bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar,
  3. dapat menjelaskan kepada Pramuka lain perbedaan antara menabung di celengan dan menabung di bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka dan buku Tabungan Pelajar.
  4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Penabung Tingkat Purwa.

Untuk mencapai  SKK Penabaung tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memenuhi SKK Penabung Tingkat Madya,
  2. dapat merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan suatu sandiwara kecil atau suatu ceramah tentang menabung untuk para Pramuka atau orang-orang lain,
  3. mengerti arti beberapa istilah yang biasa digunakan dalam perbankan, misalnya: rekening giro, rekening deposito, sertifikat bank, cheque, traveller cheque dan lain-lain.
  4. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Penabung Tingkat Madya.
Gambar TKK Penabung untuk Pramuka Penegak dan Pandega :




07. SKK Menjahit  untuk Pramuka Penegak/Pandega


Untuk mencapai SKK Menjahit tingkat Purwa, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. dapat menisik kain yang robek memanjang, berlubang (kena rokok), sobek menyudut (seperti mulut katak) dan menambal kain koyak,
  2. dapat menjahit pakaian anak-anak/bayi, atau dapat menjahit pakaian dalam/olahraga/renang untuk sendiri,
  3. (1) mengerti bagian-bagian mesin jahit (tangan/kaki) dan pemeliharaannya dan atau (2)    mengambil ukuran badan.
  4. mengerti dan dapat membuat zoom biasa dan zoom pinggiran (openzoom).
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga, sehingga mencapai TKK Menjahit.
Untuk mencapai SKK Menjahit tingkat Madya, seorang Pramuka harus:
  1. telah mencapai Tanda Kecakapan Khusus Menjahit Tingkat Purwa,
  2. dapat menjaihit hernd/rok uniformnya sendiri,
  3. (a) mengerti dan dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan/kecil mesin jahit (tangan/kaki) dan atau (b)    membuat Pola dasar;
  4. mengerti dan dapat membuat jahitan sarung dan setik balik.
  5. Telah melatih sedikitnya seorang Pramuka sehingga mencapai TKK Menjahit Tingkat Purwa.
Untuk mencapai SKK Menjahit tingkat Utama, seorang Pramuka harus:
  1. telah mencapai Tanda Kecakapan Khusus Menjahit Tingkat Madya,
  2. dapat menjahit celana panjang ( unter ma, slack, dan lain-lain) untuk sendiri,
  3. dapat membuat hiasan di kain pakaian, misalnya: aplikasi, lipatan hias (smock) dan lain-lain,
  4. dapat memotong dan menjahit pakaian untuk wanita/pria/anak.
  5. Telah melatih sedikitnya seorang Pramuka sehingga mencapai TKK Menjahit Tingkat Madya.
Gambar TKK Menjahit untuk Pramuka Penegak/Pandega :




08. SKK Juru Kebun untuk Pramuka Penegak/Pandega

Untuk mencapai  SKK Juru Kebun tingkat Purwa, seorang Pramuka Penegak Pandega harus:
  1. mengenal sedikitnya 5 jenis tanaman hias, 5 jenis tanaman buah-buahan, dan 5 jenis tanaman sayur-sayuran,
  2. dapat membuat dan menggunakan pupuk kompos,
  3. mengenal sedikitnya 3 macam hama dan penyakit tanaman, dan tahu cara pencegahan dan pemberantasannya,
  4. telah menanam dan memelihara sedikitnya 1 jenis tanaman hias, 1 jenis tanaman buah-buahan, atau 1 jenis tanaman sayur-sayuran, sampai berbunga, sampai berbuah, sampai dipanen, atau sampai sedikitnya selama 3 bulan.
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga lain, sehingga mencapai TKK Juru Kebun.
Untuk mencapai SKK Juru Kebun tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak Pandega  harus:
  1. telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Purwa,
  2. mengenal berbagai macam obat-obatan pencegah dan pemberantas hama, dan dapat menggunakannya,
  3. mengenal berbagai macam pupuk dan dapat menggunakannya.
  4. dapat menyemaikan, mencangkok, dan mengokulasi tanaman,
  5. dapat memangkas tanaman supaya menghasilkan buah lebih banyak.K
  6. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain sehingga mencapai TKK Juru Kebun Tingkat Purwa.
Untuk mencapai SKK Juru Kebun tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak Pandega harus:
  1. telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Madya,
  2. tahu arti dan pentingnya bibit unggul, dan tahu di mana dapat memperolehnya,
  3. tahu cara memperoleh kredit untuk produksi pertanian,
  4. dapat menyelenggarakan sekedar usaha perkebunan, disertai penata-bukuan teknis dan komersial seperlunya.
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain sehingga mencapai TKK Juru Kebun Tingkat Madya.
Gambar TKK Juru Kebun untuk Pramuka Penegak/Pandega :



09.    SKK Pengaman Kampung/Desa untuk Penegak/Pandega.


Untuk mencapai SKK Pengaman Kampung/Desa tingkat Purwa, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. dapat membuat kentongan dan menerangkan kepada masyarakat sekitarnya tentang pentingnya kentongan sebagai tanda-tanda bahaya, berikut tanda-tandanya,
  2. membantu dan sedikitnya tiga kali melakukan ronda malam di kampungnya/desanya.
  3. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga sehinggamencapai TKK Pengaman Kampung/Desa.
Untuk mencapai SKK Pengaman Kampung/Desa tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah menempuh SKK Pengaman Kampung/Desa Tingkat Purwa,
  2. telah membuat laporan atau melaporkan suatu peristiwa tindak pidana yang terjadi di kampung/desanya kepada yang berwajib,
  3. pernah membantu tugas keamanan dalam upacara, keramaian, pesta, atau di mesjid yang berada di kampungnya/desa,
  4. mengamankan tempat atau lokasi kejadian untuk barang-barang bukti.
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka Siaga sehingga mencapai TKK Pengaman Kampung/Desa untuk tingkat Purwa.
Untuk mencapai  SKK Pengamanan Kampung/Desa tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memenuhi SKK Keamanan Kampung/Desa Tingkat Madya,
  2. pernah menjalankan latihan olahraga bela diri,
  3. mengenal pokok-pokok tentang menjalankan penyelidikan dengan sidik jari,
  4. mengetahui perbedaan tugas pokok polisi, jaksa dan hakim,
  5. pernah membuat sket tentang suatu kejadian/peristiwa tindak pidana.
  6. telah memenuhi SKK Keamanan Kampung/Desa untuk tingkal Madya.
Gambar TKK Pengaman Kampung/Desa untuk Penegak/Pandega :



10.    SKK Gerak Jalan untuk Pramuka Penegak/Pandega

Untuk mencapai SKK Gerak Jalan tingkat purwa, seorang Pramuka Penegak/Pandega, harus:
  1. mengerti cara dan telah melakukan dengan baik, sikap berdiri, berjalan (secara cepat/lambat), start waktu berlomba gerak jalan,
  2. mengerti cara mencegah dan merawat lepuh di kaki, cara beristirahat selama dan sesudah gerak jalan,
  3. pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 10 km untuk putera dan 8 km untuk puteri dan dilakukan sedikitnya dua kali.
  4. telah melatih sedikitnya seorang pramuka Siaga sehingga mencapai TKK Gerak Jalan.
Untuk mencapai SKK Gerak Jalan tingkat Madya, seorang Pramuka Penegak/Pandega harus:
  1. telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat purwa,
  2. mengerti cara dan telah melakukan pengaturan napas, langkah, dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi lomba gerak jalan umumnya,
  3. pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan, sejauh 15 Km untuk putera dan 12 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya dua kali,
  4. mengerti cara mencegah dan merawat peserta gerak jalan yang "hilang semangat", (collapse/flauwte), kejang-kejang (krampen), dan tertusuk sinar matahari (zonnesteek).
  5. telah melatih sedikitnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Gerak Jalan Tingkat Purwa.
Untuk mencapai SKK Gerak Jalan tingkat Utama, seorang Pramuka Penegak Pandega harus:
  1. telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat Madya,
  2. mengerti cara dan telah membiasakan diri untuk latihan berjalan kaki setiap hari, sekurang-kurangnya 2 km,
  3. mengerti cara dan telah melakukan "Langkah Pramuka" sejauh 2 km dalam waktu antara 14½ sampai 15½ menit, tanpa memperlihatkan napas yang terlalu terengah-engah (sedikitnya dua kali dilakukan),
  4. pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 25 km untuk putera dan 15 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya dua kali.
  5. telah melatih sedikrtnya seorang Pramuka, sehingga mencapai TKK Gerak Jalan Tingkat Madya.
Gambar TKK Gerak-Jalan untuk Pramuka Penegak Pandega

Share:

Ziarah Makam Wali

Salam pramuka !!

    Pada hari Rabu, 25 September 2019 Dewan Ambalan SMK Darul Ma'wa melaksanakan salah satu program kerja yaitu ziarah, Sebelum berangkat ke makam wali tak lupa dewan ambalan juga beziarah ke makam Kyai Chamim Yasin pendiri yayasan Darul Ma'wa. Setelah itu dilanjut berziarah di makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi dan juga Sunan Bonang yang berada diwilayah kabupaten Tuban.

Makam Kyai Chamim Yasin

Makam Syeh Maulana Ibrahim Asmoro Qondi

Makam Raden Maulana Makdum Ibrahim ( Sunan Bonang)
Share:

Kegiatan Pemantapan Materi

Sesuai dengan program kerja Dewan Ambalan SMK Darul Ma'wa, diadakannya kegiatan pemantapan sebelum kegiatan pramuka dilakukan. Kegiatan pemantapan ini menyimulasikan apa yang akan dimaterikan pada pertemuan kegiatan pramuka penegak di SMK Darul Ma'wa






Share:

SMK Darul Ma'wa berhasil gondol beberapa piala dari peringatan PHBN Kec. Plumpang

SMK DARUL MA’WA PLUMPANG mendapatka juara dari beberapa perlombaan yang diadakan PHBN Kec. Plumpang, salah satunya Napak Tilas yang diikuti oleh perwakilan anggota Dewan Ambalan yang ada di SMK dan meraih Juara 1,  untuk lomba Gerak Jalan yang diikuti oleh anggota OSIS dan Dewan Abalan berhasil mendapatkan juara Harapan 2 untuk pasukan Putri dan Harapan 3 untuk Pasukan Putra. Meskipun tidak mendapat juara utama tapi setidaknya pulang tidak membawa tangan kosong. Semoga di tahun yang akan datang dapat membawa pulang juara utama.



Share:

Postingan Populer

Pengunjung

Pengikut